saya mulai dari masa kecil aja.
bengkulu selatan 199x.
Waktu itu saya masih kelas 1 SD. Tinggal di rumah dinas belanda di tengah perkebunan karet. Rumah itu terletak lebih tinggi dari rumah-rumah lainnya, jadi semuanya terlihat jelas dari atas situ -termasuk kantor ayah.
Dulu air bersih sangat sulit, jadi setiap rumah dijatahi air untuk diisi bak kamar mandinya oleh mobil tanki yang sudah tua. Di sana hanya ada dua mobil tanki air, yang satu sudah rusak. Jadi hanya satu yang mondar-mandir mengisi bak setiap rumah.
Pada suatu malam, tiba-tiba sirine berbunyi…
Aku terbangun, ibuku langsung membawaku ke teras. Aku dipeluknya, dipangku dan beliau duduk. Malam yang gelap mandadak terang, semua rumah terlihat. Tapi terangnya bukan terang sembarangan -merah menyala.
Dari kejauhan terlihat sebuah bangunan dilalap api. Kantor ayah.
Mobil tanki bolak-balik lewat depan rumah untuk mengambil air. Tapi apa daya, hanya sebuah tanki tua, tak mampu menyelamatkan sebuah kantor bertembok papan yang dilalap api. Aku hanya melihat dari kejauhan… lama… kemudian aku tertidur.
Paginya, kantor telah tiada. Hanya tinggal lantainya saja. Kata ayah, hanya brankas yang selamat. Benar-benar brankasnya saja, uang di dalamnya ketika dipegang langsung jadi abu. Mungkin terlihat seperti di film-film, tapi ini kenyataan.
Uang dipegang jadi abu, pecayakah anda? …












